contoh hadist hasan

Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أكثروا من شهادة أن لاإله إلا الله قبل أن يُحال بينكم و بينها ولقنوها موتاكم

“Perbanyaklah bersyahadat laa ilaaha illa Allah, sebelum engkau dihalangi darinya. Dan talqinkan kalimat tersebut kepada orang yang hendak meninggal”[3]

Hadist tersebut memiliki sanad yang hasan. Di dalamnya ada Dhimam ibn Isma’il.

–         Al Hafidz adz Dzahabi berkata tentangnya, “hadistnya baik, sebagian ulama melemahkannya tanpa hujjah”

–         Abu Zur’ah al ‘Iraqiy menukil dalam Dzailul Kasyif (hal. 144) perkataan imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah tentangnya “hadistnya baik”

–         Dari Abu Hatim, “orang yang jujur dan ahli ibadah”

–         Imam Nasa’i, “hadistnya tidak mengapa”

–         Al Hafidz Ibn Hajar berkomentar, “dia seorang yang jujur, terkadang salah”

. Maka orang yang sepertinya, hadistnya tidak turun dari derajat hasan.

Allohu a’lam.


[1] Makna isytihar adalah : jujur, kuat hafalannya, tidak tertuduh berdusta.

[2] Tadribur Rawi (1/153-154) yang asalnya diambil dari matan at Taqrib milik an Nawawi rahimahullah.

[3] Diriwayatkan oleh Abu Ya’la (6147), dan al Khatib dalam tarikhnya (3/38), Hamzah al Kinani dalam Juz’ul Bithaqah (7), Rafi’i dalam Tarikh Qazwain (4/74) dari dua jalan dari Dhimam bin Isma’il dari Musa bin Wardan dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s